Dalam menjalani kehidupan setiap manusia tentu mempunyai masalah. Banyak ragam masalah yang kita hadapi setia[p hari. Salah satunya ialah masalah sosial. Masalh sosial merupakan suatu kejadian yang rumit yang menyangkut lebih dari dua individu. Contoh-contoh masalah sosial ialah :
1.Tawuran antar pelajar
2.Diskriminasi dalam lingkungan kelas
Berikut ini akan saya bahas dengan detail masalah-masalah sosial diatas.
1.Tawuran antar pelajar
Tugas seorang pelajar adalah belajar, bukan untuk melekukan hal tidak berguna seperti tawuran antar pelajar. Perlu diketahui oleh pelajar bahwa masa depan harus diperjuangkan sejak dini. Jika mereka serius belajar maka insyaallah masa depan mereka bagus.
Sedangkan tawuran antar pelajar hanya menimbulkan dendam, luka serta sikap kasar pada diri kita. Hanya dampak negatif yang didapatkan dalam hal seperti ini. Oleh karena itu hendaklah para pelajar Indonesia meninggalkan kebiasaan buruk tersebut. Serta lebih bersungguh-sungguh dalam hal belajar, agar di masa datang Indonesia menjadi negara yang maju baik secara ekonomi maupun pendidikan serta moral.
2.Diskriminasi dalam lingkungan kelas
Jika kita mempunyai teman yang dikucilkan dalam kelas, sikap yang benar adalah menyadarkan teman yang lain bahwa yang dikucilkan itu adalah teman kita juga. Tidak seharusnya kita mendiskriminasikan orang tersebut tanpa alasan yang jelas.
Sebagai teman dalam kelas seharusnya kita bisa lebih bekerja-sama dalam hal pelajaran. Bukan malah mengkucilkan teman kita, tetapi dengan mensupport orang tersebut agar tidak melakukan keslahan yang melukai hati orang lain.
Dengan tidak mendiskriminasikan siapapun dalam kelas dapat membuat suasana belajar yang kondusif sehingga bisa lebih bersungguh-sungguh dalam hal belajar. Tentunya hal terssebut bisa tercapai dengan partisipasi setiap orang dalam kelas.
Hati nurani sangatlah berperan penting dalam menghadapi masalah-masalah sosial seperti diatas. Gunakanlah hati nurani kita untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam setiap kehidupan kita. Dengan begitu mudah-mudahan masalah-masalah tersebut bisa terselesaikan dengan baik. Terima Kasih
Baca Selengkapnya...
Saturday, 15 January 2011
KEPEKAAN DALAM MENGHADAPI MASALAH SOSIAL
TINGKAH LAKU SOSIAL ORGANISASI-ORGANISASI MASYARAKAT
Dewasa ini banyak organisasi-organisasi masyarakat yang ada di sekitar kita. Baik itu perkumpulan agama, perkumpulan etnik, maupun perkumpulan orang-orang yang berhobi sama. Mereka-mereka itu adalah orang-orang disekitar kita atau bahkan anda adalah salah satu anggota dari organisasi-organisasi masyarakat tersebut.
Banyak dampak positif yang dibuat oleh organisasi-organisasi masyarakat. Salah satunya ialah mempersatukan masyarakat. Karena dengan perkumpulan-perkumpulan tersebut mereka dapat mengeluarkan isi pikiran mereka, dan juga dapat menyelenggarakan event besar yang tentunya memerlukan partisipasiseluruh anggota dan juga masyarakat sekitar. Dampak positif lainya ialah tentang pengabdian terhadap masyarakat sekitar tempat organisasi-organisasi masyarakat tersebut berada. Yang membuat masyarakat sekitar nyaman.
Segala sesuatu hal pasti mempunyai dampak positif dan negatif. Pada organisasi-organisasi masyarakat dampak negatifnya ialah dalam hal pencapaian tujuan dengan menggunakan cara yang kurang disenangi oleh masyarakat lain. Salah satu contoh yang belum lama ini ialah kekerasan yang terjadi terhadap suatu bagian masyarakat yang telah melecehkan agama organisasi-organisasi masyarakat tersebut. Padahal hal tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang lebih damai misalkan dengan diskusi agar masalah bisa jelas. Dan bila terbukti bersalah lebih baik diselesaikan oleh pihak berwajib serta diganjar hukuman yang sesuai.
Hal negatif lainya adalah dalam hal penyelenggaraan event-event besar. Event-event besar kadang bisa membuat tempat sekitar macet dan merugikan masyarakat sekitar. Oleh karena itu hendaklah dalam penyelenggaraan event-event besar melibatkan aparat-aparat terkait agar event-event tersebut bisa berjalan lancar, aman, dan tertib sehingga tidak menggangu masyarakat lain.
Saya yakin masyarakat pun menyadari dampak positif dan negatif tersebut. Tetapi hendaklah kita berfikir positif karena tidaklah kecil sumbangsih organisasi-organisasi masyarakat tersebut pada negara serta lingkungan sekitarnya. Mudah-mudahan dengan tulisan saya , para organisasi-organisasi masyarakat bisa lebih bijak dalam menyelesaikan masalah mereka agar semua lapisan masyarakat bisa menerima. Terima Kasih
Baca Selengkapnya...
Wednesday, 12 January 2011
ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti : sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga ia tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas. Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan agar :
a.Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
b.Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha menanggulanginya.
c.Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya) secara kritis interdisipliner.
d.Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetshusn lain dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Sumber referensi : Seri Diktat Kuliah MKDU Ilmu Sosial Dasar, Gunadarma 1997
Baca Selengkapnya...
KONFLIK SOSIAL
Kehidupan masyarakat Indonesia sangat majemuk sehingga rawan konflik sosial, karena itu diperlukan sikap rela berkorban dan bersedia bekerja sama dengan warga masyarakat yang berbeda-beda. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa konflik sosial adalah bentuk interaksi sosial yang terjadi pada perorangan atau kelompok yang berupaya untuk mencapai tujuanya sendiri dengan mengalahkan atau menundukkan pihak lain.
Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya konflik adalah sebagai berikut.
a.Perbedaan Individu
Setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda dengan yang lainya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.
b.Perbedaan Kepentingan
Setiap manusia memiliki kepentingan yang beberbeda-beda. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
c.Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan
Dimana penyebab konflik merupakan latar kebudayaan manusia yang sangat beragam terlebih pula di Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Sehingga terjadi perselisihan antar individu maupun kelompok.
d.Perubahan Nilai Yang Cepat
Perubahan ialah sesuatu hal yang wajar, tetapi jika perubahan terjadi sera cepat atau mendadak akan menyebabkan konflik sosial. Misalnya daerah pedesaan yang secara tiba-tiba menjadi daerah industri, sehingga nilai-nilai masyarakat berubah.
Konflik sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat bermacam-macam bentuknya sesuai dengan akar permasalahanya. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk konflik sosial.
a.Konflik individu
b.Konflik antarkelompok sosial
c.Konflik antarkelas sosial
d.Konflik antargenerasi
e.Konflik ideologis
f.Konflik politik
g.Konflik antarumat beragama
Sumber referensi : Modul STAR Ilmu Pengetahuan Sosial SMK, Putra Kertonatan
Baca Selengkapnya...
INDIVIDU, KELUARGA dan MASYARAKAT
1.Individu
“Individu” berasal dari kata latin, “individium” artinya “yang tak terbagi. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering digunakan sebutan “orang-seorang” atau “manusia perseorangan”.
2.Keluarga
Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial ini mempunyi sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia.
Menurut Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yabg hakiki, esensial, dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
3.Masyarakat
Menurut R. Linton sebagai ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan dengan batas-batas tertentu.
Kalau kita mengikuti definisi R. Linton, maka masyarakat itu timbul dari setiap kumpulan individu yang telah hidup dan bekerja sama dam waktu yang lama.
Sumber referensi : Seri Diktat Kuliah MKDU Ilmu Sosial Dasar, Gunadarma 1997
Baca Selengkapnya...